30 Oktober 2013

Bertahan

0 comments
Ketika Musa diminta berlari dari kejaran bala tentara Fir'aun. Dalam kecemasan yang akut. Apakah dia tahu bahwa akan datang pertolongan yang tak disangka itu? Yang ada hanya keyakinan untuk membuatnya terus berlari bersama pengikutnya. hingga benar turunlah mukjizat itu.

Ketika di Medan Badar. Saat berhadapannya dua pasukan yang timpang. Ketika ketakutan menguasai barisan kaum muslimiin. Sesaat lagi sebelum perang pecah. Ketika RasuluLlah mengangkat tinggi-tinggi tangannya, menagih pertolongan, dengan "do'a yang mengancam" seperti kata Abu Bakar. Apakah ia tahu bahwa pertolongan tersebut akan datang? yang ada hanya keyakinan, hingga kokoh bertahan sejauh itu. hingga benar turunlah tentara langit membantunya.

Tapi...
Mereka semua Nabi, Utusan dengan kemenangan yang dijanjikan, maka terselamatkanlah orang-orang yang berjuang bersamanya. yang pada hakikatnya berjuang di bawah panji kebenaran.

Bagaimanakah jika kita yang berada pada saat-saat kritis itu? tentu dalam skala ketakutan dan ujian yang berbeda. Sebab ujian kita selalu berdasarkan kapasitas kita, dan kapasitas Nabi atau orang-orang yg mengambil jalan hidup menyerupai Nabi itu selalu berat. Jauh beda dengan polemik remeh temeh harian yang sering kita hadapi.

Well kembali lagi, saat kita dalam dilema hidup yang kritis, saat harap sudah diujung tanduk? saat godaan untuk menagih pertolongan sudah makin tergesa-gesa? saat tak ada upaya lagi yg bisa dilakukan?

Maka Allah selalu mengajarkan, apapun level ujiannya, rumusnya selalu sama : Bertahan dalam kesabaran & keikhlasan!

Teramat mudah mengatakannya memang dan teramat berat mengamalkannya. Tapi kita manusia pembelajar dan beriman, akan selalu bisa melampaui ujian yang akan menjadikan kita lebih kuat & kokoh. What doesn't kill us make us stronger!

video yang ditautkan ini, dengan elok menggambarkan kedua hal tersebut.


http://www.youtube.com/watch?v=6_Eivl4eOyk&sns=fb

8 Oktober 2013

Ceritakan padaku sebuah kisah

0 comments
Dua hari ini saya tertarik sekali dengan sebuah lagu anak-anak. Judulnya “Raconte-Moi Une Histoire”, yang kurang lebih artinya "ceritakan padaku sebuah kisah" bait-bait lagunya sederhana dan dalam. Mewakili materi yang disampaikan Ustadz Felix Siauw di Agenda Training How to Master Your Habits kemarin. Bahwa Mula-mula kitalah yang membentuk kebiasaan itu maka selanjutnya kebiasaanlah yang akan membentuk kita.
Kebiasaan ini bisa lahir dari perkawinan antara latihan dan pengulangan.
Jalan untuk membentuk kebiasaan ini, sama persis dengan isi lagu yg saya paparkan diatas, selalu sulit diawal dan butuh proses. There is no thing such us "ujug-ujug".
Pada akhirnya, Kebiasaan inilah yang menjadi alat ataupun sebab bagi setiap orang menuju gerbang kejayaan atau keterpurukan. Sederhanyanya, akumulasi kebiasaanlah yang bisa mengubah dunia!

Ini dia, lirik lagu "Raconte-Moi Une Histoire" yang paling penuh makna tersebut.

"I heard about this frog
it's a very tiny frog
but it's also very special
you can only find it in the jungle
so far away from me
but if you find it and if you touch it
your world can change forever"

*Frog = Habits

http://www.youtube.com/watch?v=FSj_fcACvTE

7 Oktober 2013

Lelaki Syurga

1 comments
“Sesaat lagi akan tiba sosok lelaki penghuni syurga…..”

Rasulullah mengucapkan kalimat tersebut saat membersamai sahabat-sahabt beliau dalam sebuah majelis ilmu yang mulia. Sesaat semuanya terdiam sembari menanti dengan penasaran, siapakah gerangan laki-laki beruntung itu.

Sayangnya, sosok yang muncul dihadapan mereka terlampau sederhana untuk predikat setinggi itu, seorang lelaki biasa, berjalan memasuki mesjid dengan sebelah tangan menenteng sendal dan janggut yang basah dengan air wudhu.

Karena penasaran membuncah tentang apa rahasia yang membuat lelaki tersebut disabdakan sebagai penghuni surga oleh sang Nabi, Abdullah Ibn Amr Ibn Al-Ash memohon kepada lelaki itu untuk diperkenankan menginap selama 3 malam di rumahnya, dan Izin pun diperolehnya.

Setelah menginap dirumah lelaki itu, Abdullah Ibn Amr Ibn Al-Ash sampai pada kesimpulan bahwasanya amalan lelaki itu biasa saja. Tak ada yang istimewa menurutnya. Dan ia pun akhirnya pamit meninggalkan rumah lelaki itu.

Lelaki itu melepas kepergian tamunya dengan berkata, “Demi Allah, amalku tidak lebih dari yang kau lihat, hanya saja aku tak pernah menyimpan niat buruk terhadap sesama muslim (juga yg lain). Aku juga tak pernah ada rasa dengki kepada mereka yang mendapat anugerah dan kebaikan dari Allah”

Tertegun Abdullah Ibn Amr Ibn Al-Ash mendengarnya, Yah itu dia rahasiaya! Hati yang bersih dari prasangka buruk dan perasaan dengki kepada sesama hamba Allah! Terlihat sederhana, tapi sungguh sulit dilakukan.

Mungkin saja, kita sanggup menjaga Qiyamullail, shaum sunnah, serta amalan sunnah unggulan lainnya. Tapi seringkali amatlah sulit untuk menghilangkan perasaan curiga kepada sesama hamba Allah serta dengki atas apa yang Allah anugerahkan kepada orang lain dan kita tak mendapatkannya. ”Inilah justru yang tidak dapat kita lakukan”, demikian kata Abdullah Ibn Amr Ibn Al-Ash.

Lelaki syurga itu mengajak kita untuk menerobos kejahilian yang turun termurun dan rasa curiga yang tak memiliki dasar. Perasaan jahiliah yang dibisikkan dan diwariskan dari biasnya prasangka.

Dan lewat note ini, dari diri sendiri mari kita menembus batas-batas bendera serta sekat madzhab ataupun manhaj , mendefinisikan ulang tentang ukhuwah, tentang relasi iman dan pertautan hati sesama orang beriman. Bahwa Seperti yang disabdakan Nabi “Al Arwaahu Junuudun Mujannadah” , Ruh orang beriman itu, laksana tentara yang berbaris kokoh.

22 September 2013

KEBAIKAN KECIL YANG MENJALAR

0 comments
Kisah ini saya simak dari pengalaman teman yang kuliah di Jepang. Saya sampaikan ulang untuk menginspirasi rekan-rekan sekalian tentang budi baik yang efeknya bisa menjalar kemana-mana. Bahkan sampai ke hal-hal yang tidak kita duga sebelumnya.
Saya yakin cerita serupa banyak dialami oleh orang sekitar kita. Tentang hal baik kecil yang bisa menggelinding menjadi kebaikan besar yang mempengaruhi kehidupan banyak orang. Memang seperti itu sifat asli kebaikan, akan terus membesar dan mustahil tertukar. Maka jangan pernah ragu berbuat baik.
Begini kisahnya...
Jepang di pagi hari terasa tegang. Nyaris semua wajah terlihat serius memulai kehidupan. Semua bergegas untuk sampai ke tujuan. Jepang adalah negara maju yang disibukkan oleh ritme industri untuk menjaga dominasi sebagai salah satu kekuatan ekonomi dunia. Kondisi ini menciptakan iklim kompetitif bagi masyarakat Jepang sekaligus menguji empati karena nyaris semua orang berpikir individualis, menyelamatkan diri sendiri sebelum peduli kepada orang lain.
Pagi itu seorang mahasiswi Indonesia menaiki Bus dari kota Fukuoka menuju Kyudai. Lazimnya lalu lintas padat di pagi hari, bus sesak oleh penumpang yang kebanyakan mahasiswa. Rute dari Fukuoka menuju Kyudai ini memang rute mahasiswa. Di tengah perjalanan, seorang Bapak tua menyampir tas besar menaiki bus yang sesak itu. Nyaris tak ada yang peduli dengan Bapak tua itu sampai mahasiswi Indonesia tadi melihat sang Bapak tua dengan ekspresi wajah mengiba agar diberi tempat duduk karena tak tahan untuk berdiri.
Dengan sigap mahasiswi tadi memberi tempat duduknya kepada Bapak tua. Setelah mengucap terima kasih, Sang Bapak tua menanyakan asal mahasiswi itu, sempat dijawab "Saya dari Indonesia" sebelum percakapan mereka terpotong karena mahasiswi itu harus turun meninggalkan Bus.
Waktu yang singkat tidak memberi kesempatan lebih kepada Bapak Tua untuk mengetahui identitas lengkap wanita muda baik hati dari Indonesia itu.
Keesokan harinya di Seluruh kampus Fukuoka & Kyudai tertempel pengumuman yang isinya ucapan terima kasih serta cerita keteladan mahasiswi Indonesia dari seorang Direktur Eksekutif Yayasan Beasiswa Internasional Fukuoka bernama Keiichiro Yamada.
Bapak tua yang diberi kursi oleh mahasiswi tadi adalah Direktur Eksekutif Beasiswa Internasional. Pengumuman ini menjadi cerita yang cepat tersebar khususnya di kalangan mahasiswa asing karena kisah ini mengaharumkan nama Indonesia. Tak berhenti sampai disitu, atas kebaikan sederhana wanita tadi, kuota beasiswa untuk mahasiswa asing asal Indonesia juga ditambah berlipat-lipat.
Ket : Foto dibawah ini, adalah pengumuman yang ditempel di seluruh kampus di Fukuoka tersebut.

19 September 2013

Antara "Nyali" dan "Rasa ingin tahu"

1 comments
Adalah penyelam pemberani asal Swiss, Franco Banfi (53 Tahun) yang melakukan penjelajahan alam ke pedalaman Brazil di Sungai Mato Grosso dan menemukan Ular Raksasa Anaconda berukuran panjang 26 kaki (sekitar 8 meter) , foto-foto dibawah ini diambil secara ekslusif oleh si Penyelam di sungai yang menjadi sarang Anaconda, total 6 Anaconda betina raksasa yang ditemuinya. Tentu saja, aktivitas berbahaya ini mengancam nyawanya, hanya rasa ingin tahu dan nyali yang mengantarkan si penyelam menjelajah sedekat ini.  

Enjoy the show!


18 September 2013

Pujian

0 comments
Ibarat parfum, mungkin begitulah pujian sebenarnya bekerja, sikap kita yang rasional hanya sebatas menciumnya tidak sampai meminumnya. Boleh jadi ada masa-masa labil dimana kita dan nyaris semua orang begitu “haus” untuk menerima apresiasi ataupun pujian untuk mendapat “pengakuan” atas apa yang pernah kita capai atau sedang lakoni.

Pada dasarnya, Pengakuan ini menjadi penting, setiap orang pada dasarnya ingin dikenal “sebagai apa”, atau ingin diketahui “sedang melakoni apa”. Pengakuan laksana asupan jiwa yang membuat penikmatnya melayang diawang-awang atau sekedar nyaman melakoni kehidupannya, asal eksistensinya “diakui”. Bahkan bagi yang sudah candu akan pujian , akan menjadikannya sebagai tujuan dari semua aktivitas : Demi Pujian!

Maka boleh dicatat “Rumus Menyikapi Pujian” yang diwarisi turun-termurun dari Guru-Guru Peradaban, bahwa :
1. Memuji diri sama dengan menjatuhkan kehormatan dan itu lebih besar dari kehinaan yang diperoleh jika sekiranya kita dicaci seluruh penduduk bumi.
2. Pujian tulus yang datang dari seseorang sama dengan Kabar gembira yang dipercepat Allah, maka biasakan gumam “Kalimat thayyibah”, semisal “Subhanallah, MasyaAllah,La Quwwata Illa BiLlah, AstagfituLlah” dst.
3. Orang terpuji akan seketika menjadi hina ketika mulai memuji diri sendiri.
4. Betapapun hebatnya seseorang , jika terlalu mendramatisir diksi “Aku” dalam setiap pencapainnya, maka orang tersebut sedang bergerak dari sosok yang “memukau” menjadi sosok yang “memuakkan”

Dan inilah batasan-batasan yang diajarkan Guru-guru terbaik untuk mulai kita jaga, ketika semua orang setiap detiknya secara massif rela membagi informasi diri via sosmed & sejenisnya. (AQJ)

14 Juli 2013

Umar & Penggembala Kambing

0 comments
Apa kabar Ramadhan? Alhamdulillah sudah disampaikan Allah di hari ke enam, ini ada sedikit kisah menakjubkan, seputar perasaan untuk selalu "diawasi" Allah, kisah ini punya kaitan erat dengan indikator taqwa seorang yang berpuasa. Sila di share mungkin saja kisah ini sering kita baca bahkan hafal diluar kepala.

Suatu ketika, Khalifah Umar bin Khattab melakukan perjalanan dari Madinah ke Makkah. D...i tengah jalan beliau bertemu dengan seorang pemuda yang miskin, penggembala kambing. Umar mencoba menguji sang pemuda miskin, tidak terdidik dan hidup jauh dari kota.

“Maukah kau menjual satu ekor dari kambingmu yang banyak itu?” tanya Umar membuka pembicaraan.

Sang pemuda menjawab, “Saya bukan pemilik kambing-kambing itu. Saya hanya penggembala.”

Kemudian Umar membujuk lagi, “Katakan saja kepada tuanmu kalau seekor serigala telah datang memakannya.”

Lalu dengan sangat tegas, sang pemuda memberikan jawaban yang tak mampu dibantah oleh Umar. “Lalu di mana Allah?” jawab sang pemuda.

Kemudian, Umar pun menangis melihat sikap pemuda yang terjadi jauh lebih berakal dari penampilannya.


17 Maret 2013

Potret Keturunan Umar Bin Khattab di masa kini

13 comments
Setelah menyempatkan diri untuk menonton serial Omar. Sama seperti penonton pada umumnya. Saya ikut terpesona. Umar Bin Khattab satu diantara beberapa generasi cemerlang yang lahir dari Tarbiyah langsung RasuluLlah. Saya tertarik mencari aneka sumber informasi tentang keturunan beliau hingga ketemulah sosok ini. Mari berkenalan dengan beliau.

 

Ta'aruf dengan Salman Al-Ouda HafidzhuLlah atau Salman bin Fahd bin Abdullah Al-Ouda ( سلمان بن فهد بن عبد الله العودة) adalah seorang Mufti Saudi yang terkenal, rekan Syaikh Yusuf Qardhawi dan ikut tergabung dalam الاتحاد العالمي لعلماء مسلمين Al-Ittihad Al-Alami Li-Ulama Al-Muslimin , Persatuan Ulama Se-dunia pimpinan Yusuf Qardhawi.

Meskipun beliau masih tergolong keluarga kerajaan tetapi beliau sempat dipenjara oleh rezim Saudi di tahun 94-99 selama 5 tahun karena penentangannya terhadap rezim kerajaan saudi setelah mendukung Amerika pada perang teluk melawan Iraq.

Yang menarik dari sosok beliau adalah karena beliau merupakan keturunan langsung dari Umar Ibnul Khattab, marga Al-Audah dibelakang namanya merupakan garis keturunan langsung Umar. sehingga perawakannya identik dengan deskripsi fisik Umar bin Khattab. kalau di Al-Bidayah wan Nihayah Ibnu Katsir menjelaskan ciri-ciri fisik Umar : bertubuh tinggi besar, berkulit kemerahan, berambut ikal, kedua matanya hitam, giginya putih mengkilat, serta mewarnai janggot lebatnya dengan pacar.
Maka kita bisa menelusuri ciri fisik Umar pada keturunannya, dan Salman Al-Audah sering diasosiasikan "mirip" umar karena alasan genetik.

Salman Al-Audah juga terkenal sebagai pakar media dan jurnalis handal, bakat ini rupanya memiliki muasal dari leluhurnya, yakni Bani Adiy yang merupakan kabilah Quraisy dengan tanggunjawab mengurus diplomasi kaum Quraisy Makkah di zaman ketika RasuluLlah dan Umar hidup. Klan Bani adiy (Klannya Umar) terkenal sebagai klan yg tinggi ilmunya dalam hal tulis menulis dan syair Arab. maka tak heran keahlian ini diwariskan secara turun temurun hingga kini.



24 Februari 2013

Perilaku Agung

0 comments
Salah satu perilaku agung nan mulia seorang Mukmin adalah :
Jika sampai kepadanya cerita tentang aib seorg Muslim maka spontan dia akan menolak utk mempercayai berita tersebut meski nyaris semua manusia di muka bumi serentak mengatakannya, dia akan tetap menolak mempercayai, meski org yg dibuka aibnya tsb pernah berbuat tdk baik padanya dia akan tetap menolak ikt berprasangka sebelum dia menunaikan kewajiban tabayyun.
Lebih mulia lagi jika dia mengabaikan segala berita simpang siur tentang aib saudara muslimnya sembari tetap berprasangka baik dan tetap fokus memperbanyak amal karena takut belum banyak beramal.

Mukmin seperti inilah yg dijaga Allah aibnya di dunia dan di akhirat. Dan mendapat maqom mulia, dicintai penduduk bumi dan langit InsyaAllah.
Mari berusaha meniru


4 Januari 2013

Didikan membekas pada seorang anak

0 comments
Ada cerita menarik dari seorang Guru. Beliau pimpinan sekolah Al Izzah di Bekasi, Pak Dimas namanya.
 
Kisah nyata yg disampaikannya begitu menggugah.

Seorang anak mendapatkan ilmu tentang shalat dan ciri orang munafik dari seorang gurunya, dan itu tertanam dalam. Sang guru mengatakan, ciri orang munafik adalah susah shalat jamaah isya dan juga subuh di masjid. 

Sang murid tidak ingin jadi munafik. Untuk shalat isya, dia masih bisa melaksanakannya berjamaah dengan baik, karena masih sore dan masih terjaga. Tapi untuk shalat subuh, ini dia yang menjadi sangat berat baginya. Ayah dan ibunya tidak shalat, dan tak bangun sama sekali saat subuh. Jam wekker dia tidak punya, sementara ketakutannya dimasukkan golongan munafik semakin membuncah di dada anak kecil ini.
Maka untuk mengatasinya, dia berjaga, begadang menunggu subuh tiba untuk menunaikan shalat berjamaah.

Tapi saat subuh tiba ,ternyata diluar rumah masih gelap gulita & dia takut untuk keluar ke masjid sendirian.
Di saat itulah anak ini mendengar suara langkah kakek-kakek dengan tongkatnya, melintas di gang depan rumahnya, menuju ke masjid utk berjamaah.
Untuk beberapa lama anak kecil ini menumpang jalan di belakang kakek tua tadi, tanpa sepengetahuan sang kakek. Sepanjang subuh
Sampai suatu hari, kakek ini tidak melintas lagi. Dari suara TOA masjid terdengar siaran kabar duka. Kakek Subuh itu telah meninggal dunia.
Pagi itu anak kecil yg menjaga shalat subuh berjamaah di masjid dekat rumahnya, menangis sejadi-jadinya. Dia merasa sangat kehilangan.

Kematian kakek subuh itu meninggalkan luka yang dalam di hatinya. Sedih banget rasanya. Ayah-Ibunya heran dan bingung, mengapa anaknya menangis demikian rupa padahal sang kakek tidak memiliki pertalian darah.

Didesaknya sang anak dengan segala pertanyaan, mengapa menangisi kakek yang tidak mereka kenal sebelumnya. Mengapa menangisi kematiannya?
Sang anak lalu dengan kesal menjawab, "harusnya bukan kakek itu yang meninggal. Harusnya bapak saja yang meninggal!" Kedua ortu ini shock!
 
Ayahnya kaget mendengar jawaban anaknya yang justru mengharapkan kematian dirinya.
Lalu pada sang ibu anak ini bercerita : Tentang betapa setiap subuh kakek ini menolongnya tanpa sadar utk pergi ke masjid dan shalat jamaah. Sementara ayahnya masih tidur terlena, Dia marah pada ayah dan ibunya, yang tak memperhatikan bahkan meninggalkan shalat selama ini. Dan tak takut akan neraka.
Disadur dari Tweet Ustad @herrynurdi


12 Mei 2012

Sebuah Sajak tentang Angin dan Api

0 comments

Oleh : Herry Nurdi

Tidak ingatkah kau
Apa alasanku mencintaimu
Atau apa alasanmu mencintaiku
Aku menampung angin
Untuk menggerakkan layarku
Menujumu, satu-satunya pantai
yang aku tahu
Dan kau, membakar hujan
Dengan api rindu yang berkobar penuh
Agar tetesnya tak membuat basah rasamu
Tapi aku terlalu lama
Menghapus keraguan direlung harimu
Tapi kau terlalu lambat
Mengeja setiap kata rindu
Dan kita saling tatap di kejauhan
Tanpa kerjap mata
Hanya saling bertukar pelangi
Yang lahir dari hujan airmata
Kau kata aku salah
Kubilang kau lemah
Kita saling mencari kilah
Tidakkah kau ingat alasanku mencintaimu
Lupakah kau alasanmu mencintaiku
Aku akan mencari lagi angin
Badai jika perlu
Untuk menggerakkan layarku
Kau bakar lagi hujan
Lebih panas lagi jika perlu
Agar kita tahu
Apa yang perlu aku lakukan agar kau tahu mendidihnya hati karenamu?
Dan kau tahu apa yang perlu kau lakukan agar aku tahu membuncahnya dadamu?
Agar kita tahu
Cinta selalu memanggil-manggil
Menanti dengan selendang pelangi
Di ujung hari


4 Mei 2012

Ulama itu

0 comments
Kultwit Spriritual Advisior Granada Bookmart ustad Herry Nurdi (Penulis Buku Perjalanan Meminang Bidadari & Living Islam : Ready Stock)

Ulama' itu...

Ulama itu spt lautan, luas lagi dalam. Dan dia mengirimkan murid-muridnya, spt gelombang..., berterusan tak terputuskan, menuju pantai dakwah

Ulama itu memberikan hidupnya bagi kebaikan umat yg dibimbingnya, dan mempertaruhkan lehernya bagi kezaliman yg dilawannya, semoga

Ulama itu, bersungguh dlm ibadah, tinggi manfaatnya, luas mendalam ilmunya, dan sangat berani pada penyembah selain Allah Ta'ala

Ulama itu dikasihi umatnya, disayangi kaum berilmu, didamba para mujahidin dan digeruni oleh orang-orang yg ingkar dan zalim

Ulama itu, lembut perangainya pd kaum beriman & tegas sikapnya pd orang yg ingkar. Bkn sebaliknya, keras pd saudara tp mesra dgn yg ingkar

Ulama itu tidak saja tangkas saat mengajar di atas mimbar, tapi juga tidak lamban mengatasi persoalan yg sdg menjalar jangkit dlm kehidupan

Ulama: tegas dalam membela kebenaran, gigih dlm memegang kejujuran, dan unggul dalam sikap kasih sayang

Ulama itu zuhud, menganggap emas serupa dengan tanah, memikirkan ajal seolah hadiah yg didamba. Bkn pencinta mobil mewah, astaghfirullah!

Ulama itu mengambil giliran paling belakang ttg hak dan perolehan, tapi berdiri paling depan saat kewajiban dan perjuangan. Bukan sebaliknya

Ulama itu ilmunya menderas bagai hujan jika mengajar. Berterusan spt gelombang dlm pengkaderan. Dan lembut seperti angin sepoi dlm bimbingan

Ulama itu menjadi Allah sebagai hakim tunggalnya, alquran sebagai panduannya, perilaku Rasulullah sebagai kompasnya. Dan umat sbg ladangnya!

Ulama itu selalu memikirkan bagaimana menyemai tanah dan menabur benihnya. Tak pernah berpikir ttg apakah dia ikut menuai dan memanennya

Ulama itu tidak pandai berpura-pura di depan kuasa dan penguasa. Tidak pandai mengeluh ttg dunia. Tidak pandai kagum pada gemerlapnya!

Ulama itu tak mudah tergoda kuasa, tapi disegani penguasa. Lemah lembut pada umatnya, tp keras pd yg zalim dan menista agamanya

Ulama itu mengukur dirinya bukan dr banyaknya follower dan pengikut, tp dr manfaat yg diberikan dan kebaikan yg diwujudkan, lain tidak

Ulama itu akan mengajar dengan sikap dan semangat yg sama, baik di depan 3000 orang ataupun di depan 3 orang sahaja

Ulama itu perahu ilmunya meluncur menerjang gelombang kebodohan, dan bukan malah hilang arah di tengah perairan dangkal

Ulama itu hanya berdiam diri di depan kebenaran, dan agak bergerak ketika berada di depan keburukan dan keingkaran, menolak kemaksiatan

Ulama tak pernah risau di mana tinggalnya, di rumah/di penjara, yg membuatnya risau adalah, bgmn imannya? |gus @iimbaasyir, salam utk abah

Ulama itu mengagungkan sunnah seagung-agungnya, mengangkat pemikiran yg tunduk pada iman, menginjak syahwat buruk sampai ke dasar

Jika orang lain sibuk membangun istana dan mengisinya, ulama sibuk meningkatkan iman dan memperbaiki amal

Imannya paling teguh, lisannya paling fasih, amalnya paling tinggi, kesadarannya paling jernih, sikapnya paling lembut, itu ulama asli

folow on twitter @herrynurdi


2 Mei 2012

Rumah Ukhuwah BKMI Untan : Squad Bidkeu's Note (Tidak dipublish sayang)

2 comments
Sesaat setelah hasil muktamar BKMI Untan yang ke 29 mencapai titik mufakat dan berakhir, MS mengkonsolidasikan formasi kabinet untuk menyukseskan kepemimpinan BKMI Harum Semerbak dibawah komando Dedi Kurniawan, jujur ada perasaan berharap yang menggelayut dihati saya kala itu, berharap untuk berpartisipasi sebagai salah satu aktor yang akan dimanahkan menjadi punggawa di BPH BKMI, harapan saya kala itu ada pada posisi Kabidkeu untuk melanjutkan kerangka kerja Bidkeu era kak Gunarsih di BKMI Cermat. MS BKMI delegasi Iqtishad Bang Syafiq memberikan kabar bahwa kualifikasi saya yang bukan jebolan PMDK 2 membuat proses pengambilan keputusan menjadi alot, hingga keputusan bulat akhirnya keluar juga, saya tetap didaulat untuk mengisi pos Kabidkeu BKMI Untan. Innalillah, ada banyak jenis perasaan yang berjubel menggumpal menjadi emosi yang sulit saya jabarkan kala itu, intinya saya merasa sangat siap mengemban amanah tersebut, InsyaAllah.

Tanpa menunggu lama, saya mencoba mengutak-atik beberapa nama yang terlintas dibenak, sembari terus sharing dengan MS karena saya sedikit diberi kesempatan untuk mencari mitra kerja di Bidkeu, tak lupa juga saya menghadirkan deretan nama-nama tersebut dalam setiap do’a agar hati saya diteguhkan untuk menjatuhkan pilihan kepada mereka, Namun terasa masih kabur. Alhamdulillah ada opsi nama yang sudah disediakan MS yang seolah langsung “klik” dengan intuisi saya kala itu dan squad definitif bidkeu BKMI ditetapkan.

Deretan nama tersebut merupakan garisan taqdir Allah yang menghimpun sosok-sosoknya kedalam suatu tim kerja untuk mengemban amanah melanjutkan laju perjalanan dakwah kafilah BKMI Untan berlabel Harum Semerbak. Dan sekarang saya hendak mengurai sudut pandang saya terhadapa mereka, sebagai eks-Kabid yang memimipin kinerja squad Bidkeu selama satu priode kepungurusan.


 1. Muhammad Arif (FKMI AL-Iqtishad 2009)
Saya menempatkannya sebagai suksesor yang akan menjadi penanggung jawab penuh model aliansi mu’amalah yang coba kami kembangkan di kepengurusan sebelumnya kala masih menjadi staff Bidkeu, sebagi pemantik usaha mandiri yang siap mendanai kebutuhan dana BKMI,  menempatkan Arif untuk mengurusi Aliansi bukan spontanitas, melainkan setelah dia melewati proses pembiasaan dengan menjadi PJ dalam pelaksanakannya di kepengurusan sebelumnya. Arif menurut saya adalah sosok yang bersedia untuk diajak memikirkan hal-hal yang bersifat sistematis, sehingga dengan mudah Arif bisa mengejawantahkan instruksi sistematis tentang mekanisme Aliansi mu’amalah yang coba kami gulirkan. Namun mitra kerja berupa usaha-usaha yang kami ajak kerjasama kurang solid membuat Arif disatu sisi kehilangan kontrol kolektif terhadap Aliansi sehingga membuat kerjanya kurang maksimal, sederhananya kami belum bisa mengekspliotasi Aliansi secara maksimal untuk menghasilkan sebanyak mungkin income bagi BKMI. Namun saya menjadi saksi bahwa Arif adalah tipikal pekerja yang bertahan sampai akhir perjalanan, dan selalu siap dan ada ketika saya harus mendelegasikan wewenang.

2. Gagat Adiyasa  (FKMI Ibnu Sina 2009)
Pertama kali berinteraksi dengan gagat adalah ketika dia menjadi CO Danus PanPel Muktamar ke 29, sebagai alumni PMDK 2 yang masih fresh, gagat didaulat untuk mengisi pos tersebut. Dan saya ditempatkan sebaga SC Danus, maka jadilah kami bahu membahu bekerja sama untuk menyukseskan penyelenggaraan Muktamar ke 29. Catatan inilah yang menjadikan Gagat sebagai bagian dari squad Bidkeu BKMI Harum Semerbak, ketika bergabung,  saya sudah membuka ruang bagi Gagat untuk bersegera unjuk gigi dalam pelaksanaan Program Unggulan kami, yakni Gema Dinar Dirham, dan Gagat mengemban tugas dengan sangat baik. Bidkeu BKMI menyerahkan tanggung jawab program unggulan ini kepada Gagat sepenuhnya dengan tetap disupport oleh team yang lain dari belakang, kala itu kami membentuk forum Bidkeu yang berasal dari Bidkeu dari 9 LDF lalu kami memutuskan untuk membuat agenda bersama dan semuanya dibawah komado Gagat. Dalam kesibukannya yang berkutat dengan system perkuliahan modul yang rapat, Gagat masih menyempatkan untuk berpartisipasi di beberapa agenda internal BKMI, dan saya harus memahami posisi Gagat yang memikul beban perkuliahan kedokteran yang cukup berat.  Dan Alhamdulillah Gagat masih bersama kami, squad Bidkeu hingga akhir perjalanan kepengurusan.

3. Eka Yuningsih (FKMI AL-Iqtishad 2008)
3 tahun karir struktural saya di dakwah kampus, semuanya satu amanah dengan Eka, sehingga tak butuh waktu untuk menyesuaikan kinerja dengan eka. dimulai dari sama-sama sebagai staff bidang keilmuan IQ, berlanjut menjadi staff Bidkeu BKMI Cermat dan sama-sama bergabung ke squad Bidkeu BKMI Untan Harum Semerbak, dalam 3 tahun berkarir diranah yang sama, tidak sekalipun saya mendapati eka mengeluh apalagi marah, dan eka pun sangat memahami cara kerja saya yang konon kata beberapa org “unpredictable”, Eka adalah profil ADK yang ideal, “Multitasker”, teladan terbaik untuk soal tawazun. Dalam karir dakwahnya, Eka selalu menjabat di banyak posisi, dan semuanya dijalani dengan tuntas dan excellent. Disamping itu untuk urusan kuliah, Eka menjadi mahasiswa yang berhasil menyelesaikan program studinya dengan cepat dan lulus dengan IPK Sempurna 4,00.   Kepakarannya di bidang akuntansi menempatkan BKMI sebagai LDK dengan laporan yang paling auditable, standarized, akuntable dan tentu saja professional. Semua item dalam laporan keuangan Bidkeu tahun ini dirancang dan disusun dengan ilmu akuntansi. Eka menjadi sangat lihai dalam hal mengatur arus kas yang ada di BKMI, semua transaksi keuangan dicatat dengan sangat teliti dan detail meski dalam aktivitas yang sangat dinamis sekalipun, profesionalitas seperti inilah yang menjadikan Bidkeu BKMI amanah ditinjau dari berbagai sudut.

4. Tika Novianti (LDSI AT Tarbawi 2007)
Mba tika adalah eks mentri BEM FKIP era Isak Qodari yang hijrah ke BKMI Untan, dan kehadiran mba tika dalam tubuh squad Bidkeu dalam sekejap mampu menjadi second leader setelah Kabidkeu. Jujur, selama priode kepengurusan, saya sangat bergantung dengan mba tika dengan kekhasan kerjanya yang sangat lihai dan padu dalam “menata-kendalikan” Arus keuangan BKMI. Tidak hanya itu, ada banyak tugas-tugas strategis yang bisa dilaksanakan tika dengan sangat rapih dan tuntas. A good finisher! Sebagai seorang Guru, mba tika bisa menempatkan dirinya menjadi tauladan yang baik disela-sela kerja BKMI. Dan tidak jarang BKMI memanfaatkan kas tabungan pribadi mba tika untuk membayar kebutuhan mendesak BKMI, yang InsyaAllah diganti kemudian oleh BKMI. Saya menggambarkan bahwa mba tika berhasil menjalankan perannya untuk mengawal Bidkeu dari internal, saya yang bertipe ekspansif dan suka bermain di ruang eksternal menjadi seimbang dengan kehadiran mba tika yang bertipe balancer (penyeimbang). Dan hingga akhir perjalanan kepungurusan ada banyak karya dan peran startegis yang  diemban mba tika untuk memback-up segala kinerja Bidkeu dari dalam, seperti sumbangsing pemikiran , kerja, dan determinasi beliau dalam penggalangan dana untuk pembangunan sekre 2 lantai BKMI. Terakhir mba tika menjadi komandan dalam penyelesaian LPJ Bidkeu beserta slide persentasinya yang mendapat apresiasi banyak orang atas keteraturan dan kerapiannya.

5. Siti Sawerah (FKMI Ulul Albab 2007)
Saya mengenal siti sebagai fundraising ulung, dengan sentuhannya FKMI Ulul Albab menjadi sangat konsisten untuk mengejar pendapatan diluar dana kelembagaan. Beragam komoditas didagangkannya mulai dari Sayur organik, jamur tiram, hingga roti, bakat seperti ininyalah yang jujur tidak saya aktualisasikan dengan maksimal ketika siti bergabung di squad BKMI, saya khilaf dan terlalu lama menahan kesempatan bagi siti untuk segera menunjukkan kelasnya sebagai niagawan ulung. Namun itu semua saya ambil dengan pertimbangan siti yang harus berkonsentrasi mengurusi penelitiannya yang sebagian besar dilaksanakan di daerah, maka dengan sangat hati-hati saya tidak memberikan beban kerja yang besar, namun saya melihat ada satu kelihaian yang masih bisa diaktualisasikan dalam diri Siti ketika berada di Bidkeu yaitu “kaderisasi fundraising” , ketika siti meninggalkan UA , dia mewariskan system kerja, kader, dan semangat yang dilanjutkan oleh junior-juniornya. Sesuatu yang jarang bisa dilakukan oleh aktivis yang cemerlang dan siti berhasil menjadi andil besar sabagai peletak dasar konsep fundraising di UA, dan menurut saya dia adalah legenda fundraising di dakwah kampus Untan. Hingga akhir perjalanan kafilah BKMI, Siti masih sesekali aktif di agenda internal dan Alhamdulillah istiqomah hingga akhir kepengurusan.

Demikianlah sudut pandang saya sebagai kabid mereka, dengan segala kekurangan saya menyampaikan maaf yang tak terhingga atas kekeiruan selama memimpin ikhwah fillah sekalian.

Terima kasih banyak atas dedikasi, determinasi dan semangat kalian semua dalam bekerja, Allahlah sebaik-baik penilai. Semoga tulisan ini bisa menjadi warisan yang baik bagai penerus yang akan mengisi pos yang telah kita tinggalkan.

“Melewati 2 tahun yang hebat di BKMI, kami belajar banyak. keteladanan yang diwarisi oleh para pendahulu DK Untan, kebesaran jiwa para aktivisnya, persaudaraan yang dibangun diatas pondasi aqidah, mengekalkan semuanya dalam benak, tidak bisa dilupakan.

2 tahun di BKMI , 2 tahun penuh dedikasi daripada pengurusnya. dan sebagai pribadi, saya merasa beruntung bisa diberi kesempatan berinteraksi dengan DK dan menjadi pelaku dengan segala keterbatasan dan kekurangan serta bekerjasama dengan sosok-sosok yang luarbiasa

afwan minkum bagi yang pernah dizholimi pikiran dan perasaannya. sampai berjumpa di masa mendatang dengan kondisi yang lebih baik dan tetap istiqomah dijalan Allah. semoga kelak kita dihimpun di syurganya. Aaamiin”

#Rabithah

Abdul Qodir Jaelani
Demisioner Kabidkeu BKMI Untan 2011-2012

Tiba juga waktu dibebas tugaskan secara de jure dari Dakwah kampus : D

26 April 2012

Rumah Ukhuwah Bkmi Untan : Rihla’s Note

0 comments



Jelang sehari sebelum waktu yang telah direncanakan, konsep agenda rihlah dibahas di syuro BPH untuk mempertemukan muara semua gagasan rihlah yang berisi , bermanfaat serta selaras dengan tujuan yang telah dirumuskan : mengikat ukhuwah antar sesama dalam bingkai refreshing.

Disepakati untuk berkumpul disekre BKMI Untan pukul 06.00 WIB dengan masa tunggu satu setengah jam dan berangkat di pukul 07.30, total 7 ikhwan dan 17 akhwat dengan formasi 2 motor ikhwan paling depan dan 2 motor ikhwan sisanya paling belakang, adapun semua motor akhwat berada ditengah-tengah. Amir shof rihlah ini langsung oleh kepala BKMI Untan : Dedi Kurniawan, yang mengambil formasi motor paling depan, diikuti saya dan hamidi di tempat kedua lalu barisan akhwat dan paling belakang Kabid SPK dengan staffnya Hamditika dan Staff kaderisasi Andi Saputra beserta Kabid ADK , Catur.

Bentang waktu yang dihabiskan untuk sampai ketempat tujuan sui kakap adalah sejam, hingga tiba disebuah pasar bercirikhas multikultur beserta hiruk-pikuk transaksinya, sekejap saja kafilah rihlah BKMI menjadi pusat perhatian karena bilangan orangnya, perbedaan cara pakaian serta ciri khas mahasiswa, semua motor diparkir di satu tempat lalu kafilah beranjak ke tepian sungai untuk menunggu jemputan sampan, diujung sapuan pandangan saya melihat ada jembatan yang menyilang dengan tulisan cina dan melayau : “Jembatan 7 pusaka”

Fikriah dan manda menyempatkan untuk bertransaksi jagung sebagai bekal untuk dibakar bersama ditempat tujuan : Tanjung Shaleh, begitupula Dedi Zainullah dan Andi Saputra yang mencari pancingan. Hingga sampan yang dinanti tiba, satu persatu kami menaiki sampan, 1 sampan ikhwan dan 2 sampan untuk akhwat (tentu saja dengan penjagaan masing-masing 1 ikhwan ditiap sampannya), sampan melaju pelan melintasi sungai dengan riak kecil yang mengindikasi kedalamannya, menjadi heboh dengan irama histeris dari akhwat yang bersahut-sahutan setiap kali sampan bergoyang.


Saya sendiri yang berada di sampan ikhwan, mulai mencoba bertingkah seperti Traveler muslim legendaris “Ibnu batutah”, sarung yang sebelumnya saya kalungkan dileher berubah menjadi sorban yang bertahta dikepala, kesempatan langka berada diatas sampan ini tidak saya sia-siakan untuk melatih keseimbangan kaki saya yang patah beberapa bulan lalu, saya beridiri di setengah perjalanan dan mencoba terus berdiri seimbang diatas sampan yang bergoayang-goyang. 

Sebentar saja, sekitar 15 menit sampan berhasil menepi ketempat yang dituju. Sebagai basecamp adalah rumah seorang senior akhwat BKMI 2004 : Kak Salmah, seolah semua entitas atas izin Allah pada hari itu berkonspirasi untuk menyukseskan rihlah penuh makna dan berkesan yang kami selenggarakan. Saat tiba, sholat Dhuha menjadi amal pertama dari setiap pengurus , setelah sholat semuanya mengambil peran , semua ikhwan kecuali saya dan Dedi Kurniawan menuju ke tepi sungai untuk memancing. Sebagian akhwat memasak di dalam dapur rumah, sebagian lagi membantu saya dan Dedi Kurniawan menyiapkan prosesi pembakaran jagung & ikan.

Suasana menjadi makin ramai ketika ikhwan yang memancing menemukan banyak ikan, diputuskanlah pembakaran jagung di handle akhwat sepenuhnya, dan saya menjadi pengangkut ikan dan dedi kurniawan “menyiangnya”. Ikan yang didapatkan berjenis-jenis, tapi jujur saya tidak tahu namanya. Ada sekitar belasan ikan yang besar serta banyak ikan kecil-kecil yang berhasil terpancing.

Ikan hasil tangkapan, langsung dikonversi akhwat menjadi ikan bakar yang siap saji, pada saat yang sama saya berganti peran lagi menjadi tukang kupas kelapa, yang selajutnya menjadi bagian hidangan minuman segar untuk ditenggak para ikhwan pemancing. Sesuai waktu yang ditentukan, hidangan makanan yang dimasak akhwat di dapur, jagung , ikan bakar, serta air kelapa muda dingin lengkap dengan isinya selesai tepat waktu, semuanya berkumpul kedalam rumah, akhwat melingkar sendirian dan ikhwan melingkar sendirian, dan semuanya makan siang, laziiz jiddan!


Waktu dzuhur masuk, ikhwan bergerak ke surau untuk menunaikan kewajiban, agenda dilanjutkan dengan taujih serta sharing kepengurusan. Ditemukanlah tempat di pinggir belantaran sawah yang hijau menguning dibawah pepohonan rindang dengan tiupan angin spoi-spoi karena berdekatan dengan lepas pantai.  Andi Saputra menjadi pemberi taujih, setelah itu masuk sesi sharing pengurus yang berisi nasehat kebaikan, permintaan maaf serta rekomendasi internal untuk kepengurusan berikutnya ditemani jagung bakar dan kue bolu, sharing berjalan lancar, sesekali hening, dan mendadak menjadi lucu. Saat sesi sharing selesai  (Bersambung)

NB : Sila disambung dengan perspektif masing-masing, ana kehabisan kata-kata : )

18 Februari 2012

Tepis Galau ,Tunjuk satu Bintang, Segera, tunggu apalagi!

2 comments


Masa mengurung harapan, karakteristik harapan ini justru sejalan dengan perasan cinta yang tersemat di hati kita, dan dia senantiasa berubah bentuk dan rasa, seolah ini sudah menjadi fitrah, dan bertumbuh manakala berdekatan dan ada intensitas kontak yang memicu reaksi kimia jiwanya!

Hal ini juga pernah diungkapkan oleh Quraish Shihab bahwa : "Cinta tidak hidup di hati saja. Ia berpindah antara hati dan akal, dan bisa hilang di jalan jika letaknya berjauhan."

Namun, apa yang hendak diungkap disni ialah, seringkali yang menjadi sumber pesona itu kasat mata, dan ini yang sering menjadi alasan terkuat untuk mencintai padahal , Tahukah sahabat bahwa : Cerita hidup yang rumit, ketahanan dalam keterbatasan, serta ketegaran dalam nestapa menjadi pesona tertinggi yang paling memikat dari seseorang! Dan ini tidak kasat mata, hanya “mekanisme langit” yang menggiring dua jiwa yang “setara” untuk dipertemukan , untuk saling berpadu!

Cara terbaik mengejarnya adalah dengan menshalehkan diri sesegera mungkin!

Seperti halnya kekuatan obsesi cinta Abu Thalhah yang mengerakkan karena terpicu pesona Ummu Sulaiman, hasilnya ? Lahirnya keturunan yang Haamil Qur’an (bukan hanya rijaal yg berkapasitas penghafal, tapi mereka sudah seperti al Qur’an berjalan karena ayat-ayat qur’an sudah sinergi dalam fikir, gerak, dan rasa)

Deskripsi belahan jiwa yang paling kita dampa sudah ter-narasi jelas dalam diri kita semua, percayalah!

So, Jangan habiskan waktu memikirkan orang-orang yang tidak menaruh namamu di hatinya.

Bangunlah, Bergeraklah, siapkan semuanya untuk meretas jalan meminangnya meski dengan transaksi yang tertinggi!

14 Februari 2012

Pontianak begerak via tugu Diguilis #GerakanMenutupAurat

0 comments


Yang Tergerak, mengangkat beban, mengambil peran, Penetrasi di Garda terdepan 3 Syabab (pemuda) : Kharis Tafadhal , Edo Kaito, Hamdy Tafadhal ! (Nama FB)

Membagikan stiker propaganda Hijab & selebaran berisi seruan persuasif yang berisi ajakan untuk membuka mata dunia bahwa ada yang harus dibenahi dari moralitas generasi muda kita.

Budaya, tradisi, sosial kemasyarakatan hingga peradaban yang dibangun harus berada di atas nilai-nilai kebenaran. Tidak ada relativisme kebenaran yang hanya melahirkan kebingungan intelektual.

Budaya menjadi bagian dari pemahaman seseorang terhadap nilai-nilai yang dianut. Budaya yang merusak akan melahirkan generasi yang rusak. Dengan adanya gerakan tutup aurat ini menjadi bentuk perlawanan terhadap budaya yang tidak dibangun atas prinsip kebenaran wahyu.

Kameramen : Hasbi Al-Istiqomah, Pram Aza, Mulyo Widodo (Nama FB)

 
Pada Aksi Gerakan Hari Menutup Aurat Internasional di Tugu Diguilis Pontianak sore tadi ada banyak pengguna jalan khususnya Ibu-Ibu dan Wanita-wanita berjilbab yang ngasih jempol sebagai apresiasi mereka atas "perasaan prihatin & keinginan menasehati" mereka yang terwakilkan dengan pesan yang tertulis di spanduk yang dibentangkan :Tutupi Aurat, Jauhi Zina, Dekati Surga!

Kepada yang turun aksi Takbirrr!!! : Robyansyah Roby, Pram Aza, Kharis Tafadhal, Hamdy Tafadhal, Edo Kaito, Hasbi Al-Istiqomah, Mulyo Widodo, Gerai Rabbani Pontianak (Nama FB)